Apakah Ayam Termasuk Pembawa Virus Nipah di Indonesia?
Virus nipah menjadi salah satu virus yang lagi trend belakangan ini. Infeksi virus ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan radang otak. Penularan virus sendiri terjadi dari hewan ke manusia.
Lantas, apakah ayam termasuk ke dalam salah satu hewan pembawa virus nipah di Indonesia? Yuk, cek penjelasannya di bawah ini!
Mengenal Apa Itu Virus Nipah
Virus Nipah adalah penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1998-1999 di Malaysia, tepatnya di wilayah Sungai Nipah. Wabah saat itu melibatkan peternakan babi akibat penularan dari kelelawar buah.
Secara ilmiah, virus Nipah termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae dan genus Henipavirus. Melansir dari laman Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, virus ini dikenal memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi sebesar 40-70% dibandingkan beberapa virus zoonosis lainnya. Inang alaminya adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, yang tersebar di berbagai wilayah Asia, termasuk Asia Tenggara.
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan virus nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur, yaitu:
Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, baik melalui cairan tubuh seperti air liur, urin, maupun darah
Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, misalnya buah atau nira yang terkena cairan tubuh kelelawar
Dalam beberapa kasus, penularan juga dapat terjadi antar manusia melalui kontak erat, terutama di fasilitas kesehatan tanpa perlindungan memadai.
Baca Juga: Mengenal Infeksi Salmonella pada Telur dan Cara Mencegahnya
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala infeksi virus Nipah pada manusia biasanya diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Pada kondisi tertentu, infeksi bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga ensefalitis atau peradangan otak. Melansir dari Ayo Sehat Kemkes, masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari, meskipun ada laporan yang menunjukkan periode lebih panjang.
Di Indonesia sendiri, belum terdapat laporan wabah besar virus Nipah seperti yang pernah terjadi di Malaysia, Bangladesh, atau India. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat keberadaan kelelawar buah di wilayah tropis.
Cara Pencegahan Virus Nipah
Agar risiko penularan virus nipah dapat diminimalkan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda terapkan, yaitu:
Hindari mengkonsumsi air nira/aren langsung setelah diambil dari penampung di pohonnya karena kelelawar bisa mengkontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Jadi, harus dimasak dulu sebelum mulai dikonsumsi.
Cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
Buang buah yang sudah ada gigitan kelelawar.
Hindari kontak langsung dengan hewan berisiko, seperti kelelawar dan babi
Pastikan mengkonsumsi daging ternak secara matang.
Saat membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, pelindung wajah dan sepatu boots
Rutin cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum serta sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi nipah
Jadi, Apakah Ayam Termasuk Pembawa Virus Nipah di Indonesia?
Berdasarkan catatan dari World Health Organization (WHO), virus nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya pada babi. Jadi, ayam tidak termasuk ke dalam reservoir alami penularan virus tersebut.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa ayam menjadi pembawa aktif virus nipah. Meskipun kasus ini belum dilaporkan di Indonesia, Anda tetap harus waspada karena virus ini memiliki potensi penularan yang cepat.
Yang terpenting adalah produk yang Anda konsumsi memiliki sistem ternak ayam dengan standar keamanan jelas. Agrosari Farm sudah menerapkan sistem biosecurity ketat dalam proses produksinya. Mulai dari pengawasan kesehatan ayam secara rutin, sanitasi kandang hingga pembatasan akses lingkungan peternakan dilakukan dengan disiplin. Sehingga, ayam-ayam penghasil telur tetap sehat dan terjaga kualitasnya.