telur paskah

Mengapa Telur Menjadi Simbol Paskah? Ini Penjelasannya!

  • Agrosari Farm

Saat Paskah tiba, kita bisa menemukan banyak gereja menggunakan telur untuk hiasan ataupun beragam aktivitas. Penggunaan telur sebagai simbolisasi Paskah nyatanya menyimpan sejarah yang panjang. Bermula dari tradisi di Eropa hingga diserap oleh gereja di Indonesia. Simak sampai habis untuk tahu sejarahnya!

Awal Mula Tradisi Telur Paskah

Paskah dimulai dari tradisi suku Keni di Mesir yang selalu mengadakan pesta untuk menolak bala agar hewan ternak terjaga keselamatan dan kesuburannya, Di Perisa, orang juga membagikan telur setiap musim semi tiba. Adapun perayaan Paskah yang biasanya jatuh pada musim semi bulan Maret-April, masa ketika bunga bermekaran, yakni pada tanggal 14 Nisan di saat bulan purnama atau berselang 1-2 hari sesudah bulan purnama. Sebab itulah, telur selalu hadir pada perayaan Paskah. 

Ragam Tradisi Masa Lalu Telur Paskah

Menurut Jurnal Ephigraphe (Nainggolan & Labobar, 2021), tradisi telur Paskah mencapai puncak kemegahannya pada tahun 1307, saat Raja Edward I dari Inggris memerintahkan penyediaan 450 telur rebus berlapis warna atau daun emas untuk dibagikan kepada keluarga kerajaan. Hingga kini, nilai historis tersebut bertransformasi menjadi berbagai aktivitas rekreasional bagi anak-anak, mulai dari kompetisi menghias, permainan memburu telur, hingga ragam kegiatan lainnya.

Di sisi lain, simbolisme telur Paskah mencapai titik nilai ekonomi tertinggi melalui tangan kreatif seniman Perancis, Peter Carl Faberge, yang menciptakan karya seni legendaris antara tahun 1846 hingga 1920. Mahakarya ini menjadi barang mewah paling berharga di dunia dengan estimasi harga setiap butirnya yang fantastis, yakni lebih dari 10 juta dolar AS.

 

Baca Juga:  Asal Usul Festival Telur Dadar Raksasa Belgia

 

Dari Eropa ke Indonesia

Internalisasi tradisi telur Paskah di Indonesia tidak lepas dari peranan misionaris dan Eropa pada abad ke-16 dan 17. Para misionaris yang bertujuan melakuakan 3G (gold, glory, gospel) di Indonesia membangun Gereja Protestan Indonesia pada tahun 1605. Pendeta dan guru sekolah minggu juga dipersiapkan untuk menyebarkan ajaran yang telah ada. Akhirnya, tradisi telur Paskah terus dilestarikan dalam tradisi gereja hingga masa kini.

Makna Simbolik Dari Telur

Setelah memahami sejarah tradisi telur Paskah, sebenarnya apa makna di balik sebuah telur? Telur tersebut dianggap secara simbolis menggambarkan makam batu yang dingin dan keras. Proses retaknya cangkang telur merupakan metafora bagi kebangkitan Yesus, yang memecahkan ikatan kematian dan membawa pembaruan kehidupan. 

Selain itu, tradisi menghias telur dengan warna-warna cerah merupakan simbol sukacita. Warna-warna cerah yang menutupi permukaannya bukan sekadar hiasan melainkan ungkapan kebahagiaan dan optimisme dalam kemenangan spiritual yang mengubah kelemahan menjadi kekuatan hidup baru.