Mengungkap Angka Ideal Mortalitas di Kandang
Dalam dunia ternak ayam, angka mortalitas menjadi indikator utama keberhasilan produksi. Semakin rendah angkanya, semakin baik manajemen kandang ayam. Namun, kematian ayam tidak terjadi begitu saja tanpa sebab. Oleh karena itu, penting bagi Anda memahami angka ideal mortalitas, penyebabnya, dan cara mengatasinya dalam sistem peternakan modern.
Penyebab Mortalitas pada Ayam
Sebelum berbicara soal standar ideal, Anda perlu tahu dulu apa saja penyebab mortalitas pada ayam, yaitu:
Serangan Penyakit
Penyakit menjadi penyebab paling umum dalam sistem ternak ayam. Infeksi virus seperti ND atau AI, bakteri seperti E. coli, hingga gangguan pernapasan dapat menyebar cepat jika biosekuriti tidak ketat. Tanpa vaksinasi yang tepat dan pengawasan rutin, angka mortalitas bisa melonjak drastis dalam hitungan hari.
Manajemen Kandang Kurang Optimal
Suhu terlalu panas, kelembaban tinggi dan ventilasi buruk menyebabkan stres pada ayam. Stres berkepanjangan menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko kematian. Di sistem peternakan modern, pengaturan suhu, dan sirkulasi udara menjadi perhatian utama karena faktor ini sangat berpengaruh.
Kualitas Pakan dan Air
Pakan dengan nutrisi tidak seimbang membuat pertumbuhan terganggu. Begitu juga air minum yang tercemar bakteri bisa memicu gangguan pencernaan. Kombinasi keduanya sering kali meningkatkan mortalitas secara perlahan namun konsisten.
Kepadatan Berlebih
Kandang yang terlalu padat mempercepat penularan penyakit dan memicu stres. Ayam menjadi lebih mudah terserang infeksi dan berujung pada peningkatan angka kematian.
Kesalahan Penanganan
Penanganan kasar saat panen atau pemindahan ayam juga bisa menyebabkan cedera hingga kematian. Faktor teknis ini sering dianggap sepele padahal dampaknya nyata dalam sistem ternak ayam.
Baca Juga: 7 Jenis Vaksinasi pada Ayam Petelur, Manfaat, dan Penerapannya
Berapa Angka Ideal Mortalitas pada Ayam?
Setelah memahami penyebabnya, sekarang Anda perlu tahu standar idealnya. Dalam praktik peternakan modern, angka mortalitas pada ayam broiler umumnya masih dianggap normal jika berada di kisaran 3–5% hingga masa panen. Jika mampu ditekan di bawah 3%, itu termasuk sangat baik.
Untuk ayam petelur, standar kematian biasanya berada di angka 5–8% selama satu siklus produksi. Angka tersebut bisa lebih rendah apabila manajemen kandang berjalan optimal.
Perlu dipahami, sedikit kematian masih tergolong wajar karena faktor biologis alami. Namun, jika terjadi lonjakan mendadak dalam waktu singkat, itu menjadi sinyal bahaya yang harus segera dievaluasi.
Cara Mengatasi dan Menekan Mortalitas di Kandang Ayam
Menekan mortalitas bukan hanya soal mengobati ayam yang sakit, tetapi membangun sistem pencegahan yang kuat sejak awal, seperti:
Terapkan Good Farming Practices (GFP)
Good Farming Practices menjadi pondasi penting dalam ternak ayam. Prinsipnya meliputi biosekuriti ketat, jadwal vaksinasi teratur, sanitasi kandang rutin, serta pencatatan performa harian. Dengan penerapan GFP, risiko penyakit dapat ditekan sebelum menyebar luas.
Optimalkan Sistem Kandang
Dalam konsep peternakan modern, penggunaan kandang closed house membantu menjaga suhu dan kelembaban tetap stabil. Kontrol lingkungan yang baik mengurangi stres dan menjaga daya tahan tubuh ayam.
Pastikan Nutrisi Seimbang
Berikan pakan berkualitas sesuai fase pertumbuhan. Nutrisi yang tepat meningkatkan imunitas dan menurunkan risiko kematian.
Atur Kepadatan Sesuai Standar
Jangan memaksakan jumlah populasi melebihi kapasitas kandang. Kepadatan ideal membantu ayam tumbuh optimal dan mengurangi risiko penularan penyakit.
Monitoring dan Evaluasi Harian
Pencatatan rutin membantu Anda mendeteksi peningkatan mortalitas lebih cepat. Semakin cepat ditangani, semakin kecil dampak kerugiannya.
Kesimpulannya, penyebab mortalitas pada sistem ternak ayam umumnya berasal dari penyakit, manajemen kandang yang kurang optimal, kualitas pakan dan air, serta kepadatan berlebih. Standar idealnya berkisar 3–5% untuk broiler dan 5–8% untuk layer dalam sistem peternakan modern.
Hanya saja, belum semua pelaku usaha memahami pentingnya pengendalian angka kematian secara menyeluruh. Namun, Agrosari Farm telah menetapkan standar tinggi dan manajemen berbasis sistem modern sehingga kualitas dan produktivitas tetap terjaga optimal.