telur dadar sebabkan kanker

Benarkah Telur Dadar Sebabkan Kanker?

  • Agrosari Farm

Masyarakat Indonesia dihebohkan kembali dengan sebuah klaim viral yang menyatakan telur dadar sebabkan kanker. Pernyataan ini berasal dari narasi yang menyebutkan bahwa ketika putih dan kuning telur dicampur mengganggu penyerapan biotin sehingga memicu risiko penyakit kanker.

Tapi benarkah demikian? Informasi yang beredar sering kali menyederhanakan proses biologis tubuh dan menghubungkannya langsung dengan kanker tanpa penjelasan ilmiah yang kuat. Dilansir dari Halodoc menjelaskan bahwa konsumsi telur bukanlah faktor tunggal penyebab kanker. Telur tetap termasuk bahan pangan bergizi bila dikonsumsi secara tepat.

Dugaan Penyebab Kanker Pada Telur

Terdapat tiga kandungan utama dalam telur yang disebut dapat menyebabkan kanker yaitu avidin, biotin, dan oksidasi kolesterol. Namun, ketiganya perlu dipahami secara tepat agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

  1. Avidin

Avidin merupakan protein dalam putih telur segar. Avidin memang memiliki kemampuan untuk mengikat biotin atau vitamin B7. Namun, kemampuan mengikat avidian menurun seiring dengan proses pemanasan saat memasak telur. Karena itu, konsumsi telur matang dalam jumlah wajar tidak otomatis menyebabkan kekurangan biotin.

  1. Biotin

Biotin sendiri merupakan vitamin B7 yang berperan dalam metabolisme tubuh, termasuk membantu proses pengolahan lemak, karbohidrat, dan protein. Kuning telur mengandung biotin, sementara putih telur mentah mengandung avidin. Isu yang beredar sering kali menyederhanakan hubungan ini seolah-olah mencampur putih dan kuning telur langsung membuat biotin hilang atau berbahaya. Padahal, pada telur yang dimasak, aktivitas avidin sudah jauh berkurang, sehingga telur matang tetap dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi. 

  1. Kolesterol

Telur mengandung sekitar 185-186 mg kolesterol terutama pada bagian kuningnya. Proses memasak yang tidak tepat mampu mengubah kolesterol baik dalam telur menjadi senyawa Cholesterol Oxidation Product (COPs). Penelitian Food Research International menjelaskan bahwa produk berbasis telur memiliki tingkat oksidasi kolesterol yang dapat meningkat seiring tingkat pemanasan yang lebih berat. 

 

Baca Juga: Mengulik Diet Telur Rebus, Apakah Aman?

 

Lalu Apakah Telur Dadar Aman Dimakan?

Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa mengonsumsi telur dadar dalam jumlah sedang dapat menyebabkan kanker. Sebuah tinjauan komprehensif (Marventano dkk, 2019) mengenai konsumsi telur dan berbagai dampak kesehatan tidak menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi telur dan berbagai dampak kesehatan, termasuk kanker. Oleh karena itu, kuncinya bukanlah menghindari telur sama sekali, melainkan mengonsumsi telur berkualitas baik, memasaknya dengan benar, dan mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan seimbang.

(tabita-marcomm)