bakteri telur bikin sakit perut

Kenali Bakteri Pada Telur Yang Bikin Sakit Perut

  • Agrosari Farm

Masyarakat sudah tidak asing dengan telur yang menjadi sumber protein hewani yang terjangkau. Namun di balik kandungan proteinnya yang tinggi, telur juga bisa menjadi media pertumbuhan bakteri berbahaya jika tidak ditangani dengan benar.

Bakteri pada telur dapat berasal dari berbagai sumber mulai dari saluran reproduksi ayam, kotoran yang menempel pada cangkang, hingga kontaminasi selama penyimpanan dan pengolahan. Kabar baiknya, risiko kontaminasi bakteri dapat dicegah dengan cara sederhana sehingga telur tetap menjadi pilihan makanan bergizi dan aman dikonsumsi.

Mengapa Telur Bisa Mengandung Bakteri?

Telur dapat terkontaminasi bakteri dari berbagai faktor, seperti lingkungan kandang, kotoran ayam, debu, air, peralatan, maupun tangan manusia saat proses pengumpulan dan distribusi. Meski cangkangnya terlihat keras, telur memiliki pori-pori kecil sehingga kebersihan cangkang tetap penting untuk menjaga kualitas dan keamanan telur. Risiko kontaminasi juga meningkat jika telur retak karena bakteri lebih mudah masuk ke bagian dalam.

Selain itu, penyimpanan yang kurang tepat dapat mempercepat penurunan kualitas telur dan memicu pertumbuhan mikroba. Telur yang disimpan terlalu lama di suhu panas atau mengalami perubahan suhu ekstrem lebih rentan rusak. Karena itu, telur dengan cangkang pecah, berlendir, sangat kotor, atau berbau tidak normal sebaiknya tidak digunakan.

Ragam Bakteri Berbahaya dalam Telur

Mendengar tentang telur, orang-orang sering mengaitkannya dengan bakteri Salmonella.  Bakteri Salmonella bersumber dari cangkang yang terkontaminasi kotoran ayam.. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika telur dikonsumsi dalam kondisi mentah, setengah matang, atau diolah dengan cara yang kurang higienis. Gejala yang dapat muncul antara lain sakit perut, diare, demam, mual, dan muntah. 

Selain Salmonella, telur juga rentan terhadap kontaminasi Escherichia coli (E. coli), yang dapat terjadi akibat kontaminasi lingkungan atau penanganan yang tidak higienis. Bakteri tersebut umumnya berasal dari kontaminasi feses atau permukaan yang kotor. E. coli dapat menyebabkan masalah pencernaan jika mencemari makanan terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bakteri lain yang perlu diwaspadai adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menyebar melalui tangan yang tidak dicuci, peralatan, atau permukaan dapur yang terkontaminasi bakteri tersebut. Kebersihan pekerja, peralatan, dan area produksi merupakan faktor penting dalam pengolahan makanan untuk mencegah kontaminasi silang.

 

Baca Juga: Telur Pasteurisasi Mampu Bunuh Bakteri Telur, Cek Faktanya!

Cara Konsumsi dan Penanganan yang Benar

Agar telur aman dikonsumsi, Anda perlu memperhatikan cara memasak dan penanganan yang tepat. Berikut beberapa tips untuk memastikan telur aman dikonsumsi.

  1. Kondisi Fisik Telur yang Bagus

Langkah pertama yang paling mudah dilakukan adalah memilih telur dengan kondisi baik. Telur yang bagus memiliki cangkang utuh, bersih, tidak retak, dan tidak berlendir. Kondisi ini menjadi standar bahwa sebuah telur memiliki kualitas yang layak dikonsumsi. 

  1. Penyimpanan yang Tepat

Setelah membeli telur, Anda perlu memperhatikan cara penyimpannannya. Ada beberapa cara menyimpan telur yang baik dan benar. Pertama, letakkan telur ditempat yang bersih, sejuk, dan tidak terkena panas langsung. Panas mampu menyebabkan pertumbuhan bakteri secara cepat. Apabila ingin menyimpannya di lemari pendingin, jangan letakkan pada rak telur. Cukup simpan pada badan kulkas untuk menghindari guncangan dan keretakan pada telur.

  1. Hindari Kontaminasi Silang

Kontaminasi silang dapat terjadi baik sebelum memasak ataupun saat memasak telur. Upaya pencegahannya adalah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang telur mentah. Memperhatikan peralatan dapur yang digunakan juga menjadi langkah menghindari kontaminasi bakteri. Kontaminasi silang dapat terjadi ketika bakteri dari telur mentah berpindah ke makanan siap saji melalui tangan, alat dapur, atau permukaan meja. 

  1. Memasak Hingga Matang

Telur yang matang adalah pilihan terbaik untuk dikonsumsi berbagai kalangan. Adapun anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh rendah disarankan mengonsumsi telur matang agar menekan risiko penyakit. Jika membutuhkan telur mentah atau setengah maka sebaiknya gunakan telur pasteurisasi agar lebih aman dikonsumsi.

  1. Beli Pada Tempat Tepat

Agrosari Farm selaku produsen telur segar sangat memperhatikan standar keamanan produk. Kami memastikan segala proses operasional dijaga dengan ketat dan sesuai standar sehingga menghasilkan telur segar berkualitas. Tak hanya itu, pengujian mutu produk dan sertifikasi berkala dilakukan guna menjamin keamanan dan kualitas sampai ke tangan konsumen.

(tabita-marcomm)