ternak ayam free range cage free

Cage Free vs Free Range, Kenali Perbedaannya!

  • Agrosari Farm

Dalam industri telur ayam, istilah cage free dan free range semakin sering ditemui, terutama di kemasan telur premium atau produk yang mengusung konsep ramah lingkungan. Meski terdengar mirip, keduanya punya perbedaan cukup signifikan dalam cara beternak ayam dan berpengaruh pada persepsi kualitas telur. 

Nah, bagi Anda yang penasaran apa perbedaan cage free dan free range, yuk langsung cek penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Cage Free?

Melansir dari Animal Welfare, cage free adalah sistem beternak ayam petelur tanpa kandang individual, tetapi dilakukan di dalam ruangan (indoor). Artinya, ayam tidak dikurung pada kandang sempit seperti sistem baterai konvensional, melainkan dilepas bebas di satu area tertutup seperti barn atau gudang.

Dalam sistem ini, ayam bisa bergerak lebih leluasa, seperti berjalan, mengepakkan sayap, bertengger, dan bertelur di sarang yang disediakan. Meski begitu, ayam tidak memiliki akses ke area luar. Semua aktivitas dilakukan di dalam ruangan yang lingkungannya dikontrol oleh peternak, mulai dari suhu, pencahayaan, ventilasi, hingga pakan.

Sistem cage free sering dianggap sebagai peningkatan kesejahteraan ayam dibanding sistem kandang, sekaligus tetap efisien untuk skala besar dalam industri telur ayam.

Apa Itu Free Range?

Free range adalah sistem beternak ayam secara umbaran outdoor, di mana ayam tidak hanya bebas bergerak, tetapi juga memiliki akses ke area luar ruangan. Ayam bisa keluar masuk kandang dan beraktivitas di area terbuka seperti tanah, rumput, atau halaman peternakan.

Dalam sistem ini, ayam bisa melakukan perilaku alaminya secara lebih maksimal, seperti mengais tanah, berjemur di bawah sinar matahari, dan mencari pakan alami tambahan seperti serangga. Telur yang dihasilkan dari sistem ini dikenal sebagai telur free range dan sering diasosiasikan dengan produk yang lebih natural dan sehat.

Namun, sistem free range membutuhkan lahan yang lebih luas serta pengelolaan ekstra untuk menjaga ayam dari cuaca ekstrem dan predator.

 

Baca Juga: Begini Sejarah Adanya Tren Free Range

 

Perbedaan Cara Beternak Cage Free vs Free Range

Berikut beberapa perbedaan cara beternak cage free dan free range yang bisa Anda kenali:

  1. Lingkungan Hidup Ayam

Perbedaan paling utama terletak pada akses ayam terhadap lingkungan luar. Cage free sepenuhnya dilakukan di dalam ruangan (indoor), sedangkan free range memungkinkan ayam beraktivitas di luar ruangan (outdoor). Faktor ini sangat mempengaruhi gaya hidup ayam sehari-hari.

 

  1. Ruang Gerak dan Perilaku Alami

Ayam cage free memiliki ruang gerak lebih luas dibanding sistem kandang konvensional, tetapi aktivitasnya tetap terbatas pada area tertutup. Sementara pada sistem free range, ayam memiliki kebebasan lebih besar untuk mengekspresikan perilaku alaminya, seperti mengais tanah dan berjemur.

 

  1. Pengelolaan dan Tantangan Peternakan

Dari sisi pengelolaan, cage free lebih mudah dikontrol. Lingkungan yang tertutup membuat risiko penyakit dan stres akibat cuaca bisa diminimalkan. Karena itu, sistem ini lebih banyak digunakan dalam industri telur ayam modern.

Sebaliknya, free range membutuhkan biaya dan perhatian lebih. Peternak harus memastikan keamanan ayam dari predator, menjaga kebersihan area outdoor, serta mengantisipasi perubahan cuaca. Hal ini membuat harga telur free range umumnya lebih mahal di pasaran.

 

  1. Kualitas Telur

Secara nutrisi, perbedaan telur cage free dan free range sebenarnya tidak selalu signifikan. Kandungan protein dan lemak relatif sama. Namun, pada beberapa kasus, telur free range bisa memiliki kandungan omega-3 atau vitamin tertentu yang sedikit lebih tinggi, tergantung dari variasi pakan alami yang dikonsumsi ayam.

Dari segi rasa dan warna kuning telur, telur free range memiliki kuning telur lebih pekat dan rasa lebih gurih. Meski begitu, faktor pakan tetap menjadi penentu utama kualitas telur, bukan hanya sistem beternaknya saja.

Itulah beberapa perbedaan cara beternak cage free dan free range yang bisa Anda ketahui. Dengan mengetahui perbedaannya, kini Anda dapat memahami dan memilih telur ayam sesuai dengan kebutuhan, ya.