
Tren Jumlah Produksi Telur di Indonesia Alami Kenaikan
Sekitar Maret lalu, muncul berita Eggflation yang melanda seluruh dunia. Fenomena ini merujuk pada krisis produksi dan kenaikan harga telur yang disebabkan oleh wabah penyakit unggas. Tapi, jumlah produksi telur di Indonesia justru alami surplus.
Mengutip CNBC, Kabiro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Arief menjelaskan proyeksi neraca pangan 2025 dari Bapanas, produksi telur ayam ras diperkirakan 6,4 juta ton per tahun, dengan kebutuhan sekitar 518 ribu ton per bulan.
Kondisi ini menunjukkan tren positif yang mengindikasikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan domestik tanpa harus bergantung pada impor. Data lengkapnya bisa Anda simak berikut ini.
Data Jumlah Produksi Telur di Indonesia Tahun ke Tahun
Selama dua dekade terakhir, produksi telur nasional cenderung meningkat. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan populasi dan kebutuhan pangan masyarakat.
1. Tahun 2005-2010
Berdasarkan data BPS, produksi telur ayam petelur 2005 di Indonesia yaitu 681.144,00 ton. Angka ini mengalami kenaikan menjadi 945.635,11 ton pada tahun 2010. Itu artinya, terjadi peningkatan sebanyak 264.491,11 ton.
2. Tahun 2011-2015
Berikutnya, data BPS tahun 2011 menunjukkan produksi telur ayam petelur nasional sebanyak 1.027.846,00 ton. Angka ini kemudian meningkat pesat pada tahun 2015 menjadi 1.372.829,00 ton. Peningkatannya sebanyak 344.983 ton.
3. Tahun 2016-2020
Jumlah produksi telur di Indonesia menurut BPS 2016 adalah 1.485.687,93 ton. Angka ini meningkat pada tahun 2020 menjadi 5.141.570,00 ton. Terjadi peningkatan yang sangat besar sebanyak 3.655.882,07 ton pada kurun waktu 5 tahun tersebut.
4. Tahun 2021-2024
Data BPS 2021, produksi telur ayam petelur nasional mencapai 5.155.997,65 ton. Kemudian, mengalami pertambahan sampai 6.342.705,00 ton pada tahun 2024. Jadi, dalam kurun waktu tahun tersebut, meningkat 1.186.707,35 ton.
Jadi, data-data produksi telur ayam di atas menunjukkan kenaikan selama dua dekade terakhir.
Dari yang awalnya sekitar 681 ribu ton pada 2005, kini menyentuh 6,3 juta ton pada tahun 2024.
Baca Juga: Modernisasi Peternakan Pemanfaatan Teknologi Dalam Industri Agribisnis
Tren Konsumsi Telur Ayam Nasional
Peningkatan produksi telur nasional tentu membuat Anda penasaran mengenai tren konsumsi telur ayam di Indonesia.
Menurut informasi dari Buku Outlook Komoditas Peternakan Telur Ayam Ras Petelur dari Kementerian Pertanian, konsumsi telur ayam ras mengalami peningkatan 3,01% per tahun pada kurun waktu 2017-2022.
Besaran konsumsi telur pada tahun 2017 sebesar 17,69 kg/kap/tahun, 2018 sebesar 17,73 kg/kap/tahun, 2019 sebesar 17,77 kg/kap/tahun, dan 2020 sebesar 18,35 kg/kap/tahun.
Kemudian, tahun 2021 sebesar 18,92 kg/kap/tahun, 2022 sebesar 20,02 kg/kap/tahun, dan 2023 sebesar 21,10 kg/kap/tahun.
Bisa dilihat dari tahun ke tahun terjadi peningkatan konsumsi telur per kapita. Peningkatan ini mungkin terjadi mengingat telur sebagai salah satu bahan pokok yang mudah ditemukan.
Selain itu, harganya relatif terjangkau, sumber protein hewani, dan bisa untuk berbagai macam olahan. Misalnya olahan makanan, roti, camilan, dan masih banyak lainnya.
Jadi, jumlah produksi telur di Indonesia yang surplus di tengah krisis wabah penyakit unggas global ini membuktikan peran produsen telur ayam seperti Agrosari Farm untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Baca Juga: Stunting di Indonesia Masih Tinggi Penting Terapkan 3 Solusi Ini
Agrosari Farm berkomitmen meningkatkan gizi masyarakat Indonesia melalui pemenuhan asupan protein hewani yang berkualitas dari telur ayam. Setiap telur yang dipasarkan telah melalui quality control yang ketat.
Anda juga tidak perlu khawatir karena Agrosari Farm hanya mengirim telur segar yang pastinya aman dikonsumsi.
Penyimpanan dan pengiriman telah diatur sedemikian rupa supaya Anda mendapatkan yang terbaik. Informasi lebih lanjut, hubungi CS kami lewat WhatsApp.