Apakah Telur Retak Masih Aman Dikonsumsi?
Tidak semua telur memiliki kondisi utuh hingga sampai tangan konsumen. Telur memiliki cangkang yang berfungsi sebagai pelindungi alami. Ketika cangkang retak, lapisan pelindung tersebut menjadi terbuka sehingga risiko masuknya bakteri dalam telur bisa meningkat. Lalu, apakah telur retak masih aman dikonsumsi?
Penyebab Telur Retak
Retakan pada telur dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, saat telur dipanen dan dikirimkan dengan tidak hati-hati. Perpindahan dan benturan yang terjadi mampu sebabkan retakan pada telur.
Selain itu, sebagian telur memang memiliki cangkang yang lebih tipis karena berbagai faktor. Cangkang yang lebih tipis membuat telur lebih mudah retak saat terkena tekanan atau benturan.
Bahaya Telur Retak Bagi Kesehatan
Chukwuka,dkk (2011) dalam Asian Journal of Agricultural Research menyatakan bahwa konsumen kebanyakan melakukan pembelian telur dinilai dari cangkangnya. Telur retak diwaspadai karena cangkang telur merupakan pelindung utama dari paparan lingkungan luar. Adapun cangkang yang retak menimbulkan beberapa risiko sebagai berikut.
Risiko Kontaminasi Bakteri
Menurut USDA cangkang telur yang retak mampu menimbulkan kontaminasi bakteri, termasuk Salmonella. Telur yang terlihat bersih sekalipun masih bisa mengandung Salmonella, sehingga telur perlu disimpan dengan aman dan dimasak hingga matang. Risiko ini meningkat ketika cangkang telur retak sebab itu adalah pelindung alami telur.
Penurunan Kualitas Telur
Seperti yang dijelaskan bahwa cangkang adalah pelindung alami telur. Saat cangkang retak, telur mudah terpapar udara, kelembapan dan mikroorganisme luar. Hal ini mengakibatkan penurunan kualitas lebih cepat dibandingkan telur dengan cangkang utuh.
Baca Juga: Cangkang Telur Berkerut, Amankah Dikonsumsi?
Kemanan Konsumsi Telur Retak
Telur retak masih bisa dikonsumsi saat kita mengetahui kapan telur tersebut retak dan memastikan tidak ada perubahan pada kondisi telur. Seperti yang dijelaskan USDA untuk menyimpan telur dalam kondisi dingin, tidak membeli jika retak dari penjual, dan memasaknya sampai kuning telur mengeras. Namun, jika telur sudah dibeli dan retak tidak sengaja di rumah maka masih dapat dikonsumsi segera. Telur yang retak sebaiknya dipecahkan dan disimpan dalam wadah bersih lalu dimasukkan kulkas dengan batas konsumsi dua hari.
Telur retak yang sudah tidak layak konsumsi sebaiknya dibuang. Ciri khas telur yang tidak layak adalah mengeluarkan bau tidak sedap saat dipecahkan, putih atau kuning telur berubah warna, terlihat berlendir di area retakan, dan sudah disimpan terlalu lama. Jika menunjukkan tanda seperti itu, jangan ragu untuk membuangnya demi keamanan dan kesehatan.
(tabita-marcomm)