free range chicken

Free Range dan Animal Welfare: Mengapa Banyak Diperbincangkan?

  • Agrosari Farm

Mengapa Animal Welfare Menjadi Perhatian?

Masyarakat dunia mulai sadar bahwa kesejahteraan hewan memiliki dampak yang erat dengan manusia. Saat hewan sejahtera dengan perawatan yang baik maka kualitas produk pangan lebih baik, mencegah penyebaran penyakit zoonis, dan sebagai standar moral masa kini.

Ditengah meningkatnya perhatian tersebut, konsep free range mulai dilirik masyarakat. USDA menjelaskan bahwa hewan-hewan free range memiliki akses luar ruangan sehingga hidup layaknya habitat alami. Sebab itulah, konsep ini dianggap lebih mengutamakan kesejahteraan hewan dengan membuat mereka hidup bebas, minim stress, dan asupan pakan yang bervariasi.

Sejarah dan Perkembangan Free Range

Ayam menjadi salah satu hewan yang dipelihara secara ternak dan konsumsi masyarakat luas.. Sebelum peternakan modern berkembang, banyak ayam dipelihara secara tradisional seperti di pekarangan atau area terbuka. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan telur, industri peternakan mulai bergerak dalam sistem yang intensif. Sistem kandang tertutup yang terkontrol mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi dalam jumlah besar.

Perkembangan masyarakat dunia memunculkan perhatian baru terhadap kesejahteraan ayam. Berbagai sektor mulai dari konsumen, organisasi kesejaheraan hewan, hingga pelaku industri mulai mempertanyakan cara produksi telur efisien tanpa mengabaikan ruang gerak dan perilaku alami ayam. Disinilah sistem free range kembali mendapat perhatian. Feed Additive mengungkapkan bahwa di Indonesia produksi telur cage free dan free range mulai mendapatkan momentum dengan dorongan regulasi pemerintah.

 

Baca Juga: Cage Free vs Free Range, Kenali Perbedaannya!

 

Free Range dan Masa Depan Industri Telur

Free Range dinilai lebih memperhatikan kesejahteraan ayam. Di sisi lain, sistem ini membutuhkan manajemen peternakan yang lebih kompleks dibanding sistem kandang tertutup. Selain itu free range juga membutuhkan area yang lebih luas, pengawasan yang baik, serta biaya operasional lebih tinggi. Hal ini menandakan kualitas telur tidak hanya ditentukan oleh label free range, tetapi juga oleh manajemen peteranakan keseluruhan.

Perhatian terhadap kesejahteraan hewan dan peternakan bebas kandang akan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan asal-usul produk pangan. Tren ini memberikan peluang bagi sektor ayam petelur untuk menyediakan produk bernilai tambah, namun juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan sistem pemeliharaan yang efektif, aman, dapat diukur, dan sesuai standar. Akhirnya, sistem peternakan free range dipandang sebagai tren sekaligus komponen masa depan industri unggas, yang mampu menyeimbangkan antara keberlanjutan, produktivitas, kualitas, dan kesejahteraan hewan.

(tabita-marcomm)